Home Uncategorized Adjust x Insider Berbagi Wawasan Kepada Pengiklan Seputar Pelibatan Pengguna di Dunia...

Adjust x Insider Berbagi Wawasan Kepada Pengiklan Seputar Pelibatan Pengguna di Dunia Digital

  • Rata-rata pengguna menguninstall aplikasi setelah 6 hari
  • Mayoritas konsumen di acara besar seperti Harbolnas adalah mini attention spam user

Rilispedia.com – Belakangan ini, marak terjadi mobile ad fraud yang merugikan tidak hanya pengiklan, namun juga penerbit dan mitra supplier dalam bentuk spam klik, spoofing SDK, injeksi klik dan sebagainya. Untuk itulah platform mobile measurement diperlukan, yang memungkinkan perusahaan menganalisa setiap pemasangan iklan mereka secara realtime dan mencegah kecurangan.

Lebih jauh, platform mobile measurement yang juga dilengkapi kemampuan mengatribusi, analitik, bot dan audience builder memungkinkan perusahaan bisa menjangkau pemirsa untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan personal di seluruh saluran. Lebih lanjut, data dan customer insight bisa dikonversi menjadi strategi pemasaran yang jitu untuk menyiapkan merek-merek perusahaan berhelat di momen besar seperti Black Friday di Amerika Serikat, Single Day di China ataupun Harbolnas di Indonesia.

Untuk lebih memberikan pemahaman dan wawasan terkait hal tersebut, Adjust berkolaborasi dengan Insider pada Hari ini, Selasa, 25 September menggelar event bertajuk “Engaging User on Digital” di Ruang Djakarta, Raffles Hotel, Jakarta yang dihadiri lebih dari seratus participant dari perusahaan rintisan, ecommerce, fintek dan media. Acara yang terbagi dalam tiga sesi ini juga menghadirkan para pembicara berpengalaman seperti Partnership Manager Adjust Ajit Pawar, Direktur Regional Indonesia & Filipina Insider Joe Harahap dan Co￾founder & CEO Netzme Vicky Saputra.

Di sesi pertama, Ajit Pawar, Partnership Manager Adjust membagikan insight terkait bagaimana para pengiklan bisa melacak dan mengoptimasi seluruh siklus hidup pengguna. Memahami key matric dan perilaku pengguna menjadi critical point bagi pengiklan, mengingat masing-masing industri misalnya pengguna aplikasi gim tentu sangat berbeda dengan aplikasi ecommerce, travel, keuangan, perbankan fintek dan sebagainya.

Lebih lanjut, ia membagikan beberapa tips untuk mengukur nilai pengguna, di antaranya melacak semua interaksi in-apps yang mungkin bernilai bagi perusahaan, mengeksplor lebih dari sekedar event in apps semisal session, install dan pembelian, melakukan engagement setelah user menginstal aplikasi misalnya lewat kampanye push notification, memanfaatkan pelacakan event untuk menemukan key conversation point serta melakukan tindakan berdasarkan data yang terkumpul tersebut.

“Yang juga tidak kalah penting dari akuisisi pengguna adalah melakukan penargetan ulang. Anda punya pintu yang sangat terbatas untuk membawa pengguna kembali memasang aplikasi Anda. Saat itu terjadi, perlu ada perayaaan dengan memberi insentif kepada pengguna baik dalam bentuk promo maupun diskon. Dan faktanya, penargetan ulang meningkatkan pendapatan sebesar 37% dalam 30 hari pertama dari pada akuisisi pengguna baru dan mereka lebih cederung untuk stay bersama aplikasi Anda,” kata Ajit.

Ajit mencontohkan, salah satu perusahaan yang sukses melakukan engagement dengan penggunanya di dunia digital (media sosial) adalah AKBANK, perusahaan perbankan berbasis di Istambul, Turki. Perusahaan saat itu kesulitan dalam menemukan pelanggan mereka dengan cepat di saluran digital sembari mendorong mereka mengajukan pinjaman pribadi. Dengan menggunakan Audience Builder, AKBANK mampu mensegmentasikan basis pengguna mereka, menggunakan semua peristiwa yang dilacak di Adjust, dalam kurun waktu apapun.

Alhasil audience secara otomatis akan diperbaharui ketika mereka memenuhi persyaratan yang ditentukan dan AKBANK dapat menyusun daftar ID iklan audience yang dibuat untuk melakukan pengecekan silang kelayakan kredit ke dalam sistem CRM mereka. Dengan mengunggah ID perangkat ke sistem, AKBANK berhasil menargetkan prospek yang berkualitas tinggi terkait pinjaman pribadi. Hasilnya, kesuksesan permohonan pinjaman pribadi naik 60% dibanding minggu-minggu sebelumnya.

Pada sesi selanjutnya, Direktur Regional Indonesia & Filipina Insider Joe Harahap berbagi tips agar pengiklan bisa memenangkan merek mereka di perhelatan-perhelatan besar seperti Harbolnas yang akan berlangsung pada bulan November mendatang. Di event yang sangat ketat persaingannya tersebut, karena semuanya berlomba menawarkan diskon, pemegang merek kerap kesulitan mencari differensiasi. Dari event Harbolnas 11/11 atau 12/12 tahun lalu, setidaknya ada gambaran bahwa 15% dari total transaksi sekitar Rp6,8 triliun berasal dari e-wallet dan transaksi didominasi oleh millennial, pada pukul 9 pagi hingga pulul 3 sore.

“Banyak tantangan yang dihadapi pengiklan di event besar tersebut, di antaranya attention span yang sangat singkat, membludaknya promo dan jumlah produk, transaksi yang terjadi di banyak saluran serta kebanyakan konsumen yang typically one time buyer. Untuk mengatasi tantangan ini, pertama setelah pengguna ini memasang aplikasi kita, Anda perlu menentukan segmentasi mereka dengan benar. Apakah mereka konsumen pertama? Konsumen yang berasal dari wilayah tertentu? Atau touchpoint tertentu? Setelah itu Anda harus bisa men deliver pengalaman belanja yang konsisten di semua saluran, tidak kalah penting buatlah similarity untuk mencuri perhatian, buatlah menjadi fun lewat gamification misalnya, mengingat lifetime span mereka sangat singkat,” kata Joe.

Ditambahkan Joe, perilaku konsumen Harbolnas sendiri beragam. Meski 56% sudah berencana membeli dan tahu produk apa yang akan mereka beli, masih ada 33% konsumen yang belum tahu atau belum memiliki produk yang akan mereka beli, serta masih ada 11% konsumen impulsive. Untuk menagkap peluang ini, pengiklan harus menjadi inspirasi bagi mereka semisal rekomendasi oleh Amazon. Lalu Arahkan mereka ke produk yang tepat. Karena pada dasarnya semua orang ingin berbelanja di Harbolnas, buatlah mereka makin mudah membuat keputusan pembelian. Terakhir, pakailah AI dan automasi. Insider menyediakan teknologi tersebut untuk optimisasi Customer Acquisition Cost (CAC), conversation rate dan Return on Ad Spend (ROAS).

Di sesi terakhir, Co-founder & CEO Netzme Vicky Saputra menyampaikan bahwa tidak semua perusahaan fintek payment (emoney) seperti Netzme berfokus pada masyarakat perkotaan yang umumnya loyal hanya kepada program cashback. Justru, Netzme memilih fokus ke pasar di luar Jabodetabek sebagai diferensiasi, dimana sekitar 93% pengguna mereka yang saat ini berjumlah 2,5 juta berdomisili di luar Jabodetabek. Saat ini perusahaan sudah bermitra dengan 120 lebih mitra yang mereka sebut dengan kampung digital Netzme.

Namun, perusahaan menghadapi tantangan besar dalam menghitung kualitas pengguna aplikasi mereka, mengingat mayoritas masyarakat di daerah rural masih minim literasi digital. Karenanya, perusahaan memilih Adjust sebagai mitra bisnis karena mampu membantu perusahaan mengoptimasi pelacakan penghitungan kampanye, memungkinkan program kampanye custom dan sebagainya.

“Kalau Anda pemain e-money lalu menawarkan aplikasi ke ibu-ibu penjual cilok yang omset per harinya hanya Rp50.000, kira-kira dia bakal top up gak? Mereka punya keterbatasan di sisi cashflow dan literasi platform digital. Kalau kita jual itu ke mereka begitu saja, uninstall ratenya mengerikan sekali. Makanya kami fokusnya gak purely digital. Secara offline pun kami aktif melakukan digital literacy, community support. Satu bulan sekali kami menyambangi desa yang paling besar transaksinya dan paling aktif penggunaannya,” kata Vicky.

Di penghujung acara, pengunjung event pun mengajukan pertanyaan kepada pembicara lewat aplikasi Slido. Beberapa pertanyaan yang diajukan, di antaranya; Bagaimana cara menciptakan segmentasi pengguna menggunakan platform Adjust? Apa kelebihan Adjust dibanding kompetitor? Bagaimana mengoptimalkan penargetan ulang lewat pust notification yang ditawarkan Insight? Serta Bagaimana merebut peluang akuisi pengguna yang masuk kategori impulsive dan undecided buyer?

Must Read

Menkominfo Menyatakan Pemulihan Gangguan Layanan Telekomunikasi di Jayapura Berlangsung Bertahap

Rilispedia.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pemulihan gangguan layanan telekomunikasi di Jayapura berlangsung bertahap. Menkominfo menjelaskan gangguan layanan...

Prosesor AMD EPYC Tenagai Sistem Baru Untuk National Supercomputing Centre Singapore

Rilispedia.com - AMD mengumumkan bahwa prosesor AMD EPYC 7003 Series akan digunakan untuk mentenagai supercomputer terbaru untuk National Supercomputing Centre (NSCC) Singapura,...

Menkominfo Sebut Peringatan Dua Hari Besar Keagamaan Jadi Momentum Bersejarah dan Anugerah Persaudaraan

Rilispedia.com - Tanggal 13 Mei 2021 diperingati sebagai hari besar dua umat beragama di Indonesia. Pertama, hari raya Idulfitri 1442 H bagi...

Garmin Bagikan Manfaat Fitur Pemantauan Kualitas Tidur Advanced Sleep Monitoring dan Sleep Tracking Widget

Rilispedia.com - Bukan rahasia umum bila tidur adalah aktivitas penting bagi kesehatan kita. Bahkan, tidur menjadi kebutuhan primer, di mana kita mendedikasikan...

Jadikan Momen Kebersamaan Idul Fitri Lebih Bermakna dengan #SilaturahmiTanpaHenti

Rilispedia.com - Selain momen kemenangan bagi umat Islam, lebaran biasa dijadikan momen berkumpul dan silaturahmi bersama keluarga. Sayangnya, lebaran tahun ini masih...