Home Deal Belanja Oleh-oleh di Kartika Sari, Kini Bisa Bayar dengan OVO

Belanja Oleh-oleh di Kartika Sari, Kini Bisa Bayar dengan OVO

Belanja makanan ringan kesukaan jadi lebih seru dengan transaksi non tunai yang aman, nyaman dan cepat. Kerjasama ini menjadikan OVO sebagai pilihan pembayaran bagi pengunjung Kartika Sari.

Rilispedia.com – Mulai hari ini OVO, platform pembayaran digital, rewards, dan layanan finansial terdepan di Indonesia, menjadi opsi pilihan transaksi non tunai di Kartika Sari, Toko panganan ringan ini, telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan favorit bagi pengunjung kota Bandung yang dikenal dengan keterbukaan dan semangat kreatifnya.

“OVO memberikan pilihan bagi pelanggan untuk membelanjakan minuman dan panganan ringan, dengan OVO Cash maupun OVO Points. Lewat kemitraan ini, kami berharap akan merangkul lebih banyak pengguna, salah satunya dengan memfasilitasi pembayaran digital pada gerai oleh-oleh Kartika Sari,” tutur Harianto Gunawan, Managing Director OVO. “Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memperbanyak opsi pembayaran bagi masyarakat. Kami yakin kerja sama ini dapat mendorong antusiasme masyarakat dalam penggunaan transaksi digital sekaligus mendukung industri kuliner dalam negeri.”

Paulus, Business Manager, Kartika Sari, mengatakan, “Kami menyambut baik kerja sama dengan OVO dalam menyediakan pilihan pembayaran digital kepada pelanggan setia kami. Dengan tingkat adopsi non tunai yang semakin meluas, kami percaya bahwa kolaborasi OVO dan Kartika Sari akan meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan di Kartika Sari. Hal ini juga dapat menjadi motivasi bagi kami untuk menghadirkan layanan yang lebih baik bagi pengguna.”

Promo cashback OVO 25% di salah satu toko Kartika Sari.
Promo cashback OVO 25% di salah satu toko Kartika Sari.

Kartika Sari menyediakan berbagai macam kue yang menjadi oleh-oleh favorit dengan resep turun temurun sejak zaman kolonial Belanda. Ketekunan Kartika Sari dalam menyajikan cita rasa khas rumahan merupakan upaya pelestarian sajian yang otentik. Kolaborasi dengan OVO dapat semakin mendukung terwujudnya hal tersebut. Kemampuan untuk saling mendukung menjadi kunci utama dalam pertumbuhan bisnis serta meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Saat ini OVO tersedia di lebih dari 300 kota di seluruh Indonesia dan menjadi satu-satunya platform dengan pembayaran yang paling banyak diterima di toko-toko ritel offline, platform O2O dan e-commerce. OVO telah hadir di 90% mal di Indonesia, termasuk hypermarket, department store, kedai kopi, bioskop, operator parkir dan jaringan rumah sakit terkemuka. OVO, melalui aplikasi Grab, juga menjadi solusi terbaik untuk menikmati layanan digital seperti transportasi dan pemesanan makanan. OVO juga tersedia dalam aplikasi Kudo dan 1,7 juta agennya.

Must Read

Bantu Dokter Jangkau Lebih Banyak Masyarakat, Halodoc Terus Dukung Inklusi Tenaga Kesehatan dalam Transformasi Digital

Rilispedia.com - Kendati peran dokter yang sangat mendasar bagi kesejahteraan bangsa, Indonesia hanya memiliki 4,27 dokter untuk setiap 10.000 populasi pada 2018....

Kemunculan Pokémon VSTAR Hadir Memberikan Nafas dan Kekuatan Baru di Perayaan 25 Tahun Pokémon

Rilispedia.com - Video pertama tentang perayaan 25 tahun Pokémon sudah rilis di Youtube Pokémon Indonesia pada 20 Oktober 2021. Dengan kemunculan video...

LINE Indonesia Perkenalkan Program #AnakLINE, LINE Sebagai Tempat Aman dan Nyaman Bagi Gen Z di Era Kecerdasan Digital

Rilispedia.com - Generasi Z merupakan generasi yang sangat kental dengan gaya hidup digital, memiliki rentang usia 15 - 21 tahun, generasi ini...

Ingin punya Kisah Manis versi kamu? Coba eksplor dunia baru dan mulai temukan mereka yang sefrekuensi dengan kamu!

Rilispedia.com - "Ya, karena aku sama Budi sudah sefrekuensi. Jarang-jarang loh bisa nemu yang pas apalagi yang tujuannya sama," kata Ayu saat...

Sebentar Lagi Gajian! Ini Tips ala Tokopedia Biar Gaji Tidak Cepat Habis

Rilispedia.com - Pandemi merupakan situasi dengan ketidakpastian yang sangat tinggi sehingga menuntut masyarakat lebih jeli dalam mengelola keuangan. Riset 2020 LPEM FEB...