Home Tek Instagram Memperkuat Standar dalam Melindungi Remaja dan Mendukung Orang Tua di Ranah...

Instagram Memperkuat Standar dalam Melindungi Remaja dan Mendukung Orang Tua di Ranah Online

Rilispedia.com – Instagram telah menjadi sebuah wadah dimana remaja dapat menghabiskan waktu dengan orang yang mereka sayangi, mengeksplorasi minat serta identitas diri mereka.

Oleh karena itu, memastikan keamanan anak remaja di platform merupakan hal yang sangat penting bagi Instagram. Instagram senantiasa melakukan penelitian, berkonsultasi dengan para ahli, dan menguji coba konsep-konsep baru untuk mendukung anak remaja dengan lebih baik.

Instagram akan memperkenalkan beberapa pekerjaan yang telah dilakukan sejak lama, serta menjelaskan beberapa hal baru yang tengah dikembangkan untuk memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi anak remaja, orang tua dan wali di Instagram, seperti mengembangkan fitur terbaru untuk orang tua dan wali, serta meluncurkan fitur ‘Take A Break’.

Melibatkan orang tua dan wali dalam mendampingi anak remaja mereka di platform

  • Instagram akan meluncurkan fitur pertama yang dirancang untuk orang tua dan wali di awal tahun depan
  • Instagram juga memperkenalkan pusat informasi dan edukasi terbaru untuk orang tua dan wali

Orang tua dan wali tahu apa yang terbaik untuk remaja mereka. Oleh karena itu, Instagram berencana untuk meluncurkan fitur pertama bagi orang tua dan wali di bulan Maret mendatang guna membantu mereka membimbing dan mendukung pengalaman anak remaja mereka di Instagram. Orang tua dan wali akan dapat melihat berapa banyak waktu yang dihabiskan remaja mereka di Instagram dan menetapkan batas waktu maksimal yang boleh mereka habiskan. Instagram juga akan memberikan pilihan bagi anak remaja untuk memberi tahu orang tua mereka jika mereka melaporkan seseorang, sehingga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk membicarakannya dengan mereka. Ini adalah versi awal dari fitur ini, dan Instagram akan terus menambahkan lebih banyak opsi seiring berjalannya waktu.

Saat ini, Instagram juga tengah mengembangkan pusat informasi dan edukasi baru untuk orang tua dan wali yang akan mencakup informasi tambahan, seperti tutorial fitur dan tips dari para ahli untuk membantu mereka mendiskusikan penggunaan media sosial dengan anak remaja mereka.

Memberikan lebih banyak fitur kepada anak remaja untuk mengelola pengalaman mereka menjadi lebih baik di Instagram

  • Sebelumnya, Instagram telah mengumumkan pengembangan fitur ‘Take A Break’, dan Instagram akan mulai meluncurkannya di Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Australia.
  • Instagram juga mulai menguji coba pengalaman baru bagi anak remaja untuk mengelola jejak digital mereka secara lebih baik di Instagram.

Memastikan pengguna memiliki pengalaman yang baik atas waktu yang mereka habiskan di platform merupakan hal yang sangat penting bagi Instagram. Untuk itu, Instagram meluncurkan fitur ‘Take A Break’ untuk membantu pengguna membuat keputusan tentang bagaimana mereka menghabiskan waktunya di platform. Jika seseorang telah scrolling dalam batas waktu tertentu, Instagram akan meminta mereka untuk beristirahat dari Instagram dan menyarankan agar mereka mengatur pengingat harian, sehingga mereka bisa mengambil lebih banyak waktu untuk beristirahat kedepannya. Instagram juga akan menunjukkan tips yang didukung oleh ahli untuk membantu mereka merefleksikan dan mengatur ulang waktu yang mereka habiskan di platform.

Untuk memastikan bahwa remaja mengetahui kehadiran fitur ini, Instagram akan memunculkan sebuah pemberitahuan yang menyarankan mereka untuk mengaktifkan pengingat tersebut. Sebagai tahap awal, hari ini Instagram meluncurkan fitur ‘Take A Break’ di Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Australia, dan akan segera membawanya ke semua pengguna pada awal tahun depan.

Fitur pengingat ‘Take A Break’ dibangun pada perangkat pengelolaan waktu yang telah tersedia, seperti fitur Batas Harian yang membantu pengguna untuk mengetahui saat telah mencapai jumlah total waktu yang ingin mereka habiskan di Instagram setiap hari, serta memungkinkan pengguna untuk mematikan notifikasi dari Instagram.

Instagram juga memulai uji coba pengalaman baru bagi pengguna untuk melihat dan mengelola aktivitas mereka di Instagram. Instagram memahami bahwa ketika anak remaja tumbuh dewasa, mereka menginginkan lebih banyak kontrol atas bagaimana mereka muncul, baik secara online maupun offline. Oleh karena itu, untuk pertama kalinya, pengguna akan dapat menghapus beberapa konten yang telah mereka unggah sekaligus, seperti foto dan video, serta ‘Likes’ dan komentar. Meskipun fitur ini tersedia untuk semua orang, fitur ini secara khusus dirancang bagi para anak remaja untuk lebih memahami informasi apa yang telah mereka bagikan di Instagram, apa yang terlihat oleh orang lain, dan memudahkan mereka dalam mengelola jejak digital. Pengalaman baru ini akan tersedia untuk seluruh pengguna di bulan Januari.

Mengembangkan fitur baru untuk membuat Instagram lebih aman bagi remaja

  • Instagram akan melarang pengguna untuk menandai (tagging) atau menyebut (mentioning) anak remaja yang tidak mengikuti mereka
  • Instagram akan lebih ketat dalam merekomendasikan konten kepada anak remaja di laman Search, Explore, Hashtags serta Akun yang Disarankan
  • Instagram akan mulai mengarahkan dan memberikan rekomendasi topik bagi anak remaja jika mereka telah mengabiskan banyak waktu pada satu topik sensitif.

Di awal tahun ini, Instagram mulai memberikan settingan akun privat secara otomatis kepada anak remaja yang baru mendaftar di Instagram. Selain itu, Instagram juga menghentikan orang dewasa agar tidak dapat mengirimkan pesan langsung ke anak remaja yang tidak mengikuti mereka.

Sekarang, Instagram juga akan mematikan kemampuan untuk menandai (tagging) atau menyebut (mentioning) anak remaja bagi pengguna yang tidak mengikuti mereka. Instagram juga akan mematikan opsi otomatis bagi seseorang dalam membuat Remix Reels atau menambahkan Guides dari postingan yang diunggah anak remaja yang baru pertama kali bergabung di Instagram. Instagram sedang menguji perubahan ini untuk meminimalkan kemungkinan anak remaja berinteraksi dengan orang-orang yang tidak mereka kenal, atau orang yang tidak ingin mereka ajak berinteraksi. Instagram berencana untuk membuat fitur-fitur ini tersedia bagi semua orang pada bulan Januari.

Pada bulan Juli lalu, Instagram telah meluncurkan fitur Kelola Konten Sensitif, yang memungkinkan pengguna untuk memutuskan berapa banyak konten sensitif yang muncul di Explore. Kontrol ini memiliki tiga opsi: Izinkan, Batas, dan Batasi Lebih Banyak. “Batas” merupakan pilihan otomatis untuk semua pengguna dan merujuk pada Pedoman Rekomendasi Instagram. “Izinkan” memungkinkan pengguna untuk melihat lebih banyak konten sensitif, sedangkan “Batasi Lebih Banyak” memberikan opsi bagi pengguna untuk melihat lebih sedikit konten sensitif. Opsi “Izinkan” tidak tersedia untuk pengguna di bawah 18 tahun.

Instagram juga sedang menjajaki kemampuan pilihan “Batasi Lebih Banyak” agar dapat mencakup konteks yang lebih luas di luar Explore bagi para pengguna remaja. Opsi ini akan membuat anak remaja lebih sulit dalam menemukan konten atau akun yang berpotensi berbahaya atau bermuatan sensitif di laman Search, Explore, Hashtags, Reels dan Akun yang Disarankan. Saat ini, penjajakan terhadap kemampuan tersebut masih berada di tahap awal dan Instagram akan membagikan lebih banyak informasi ketika sudah ada.

Terakhir, penelitian Instagram dan para ahli eksternal setuju, bahwa jika seseorang memikirkan satu topik untuk beberapa waktu, akan sangat membantu jika kita memberikan rekomendasi mengenai topik lain kepada mereka di momen yang tepat. Itu sebabnya Instagram membangun pengalaman baru yang akan mendorong pengguna ke topik lain, jika mereka telah memikirkan satu topik untuk beberapa waktu. Instagram akan segera membagikan lebih banyak informasi tentang fitur ini, serta perubahan-perubahan yang akan dibuat terkait rekomendasi konten dan akun bagi anak remaja, dalam waktu dekat.

Sebagai platform media sosial, Instagram berupaya untuk terus menyediakan ruang yang positif dan mendukung anak remaja dalam berekspresi. Hal ini dilakukan dengan fokus utama pada produk, kemitraan, dan program.

Informasi-informasi di atas hanya gambaran kecil dari pekerjaan yang tengah dikembangkan oleh Instagram di sisi produk. Perusahaan juga terus mengembangkan solusi inovatif baru untuk memverifikasi usia pengguna di Instagram.

Menyebarluaskan informasi dan edukasi seputar kesehatan mental melalui program #REALTALK

Sementara itu, di sisi program dan kemitraan, Instagram meluncurkan program #REALTALK pertama kali di Indonesia pada masa awal pandemi tahun lalu. Saat ini #REALTALK telah dibawa ke beberapa negara lain seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Program ini bertujuan untuk mendukung para ahli, organisasi, komunitas, dan kreator-kreator muda dalam memulai percakapan positif untuk mendestigmatisasi isu kesehatan mental. Tahun lalu, Instagram juga berkolaborasi dengan Mom Sweet Moms untuk meluncurkan Panduan Instagram untuk Orang Tua volume kedua.

Pandemi belum berakhir, dan Instagram terus mendengarkan masukan para ahli dan mitra. Dari sini Instagram mempelajari bahwa setelah lebih dari satu tahun melakukan segala sesuatu secara online di tengah pembatasan interaksi fisik, kebiasaan normal baru turut mempengaruhi hubungan sebagian orang, khususnya anak remaja dengan teman, pasangan, dan bahkan keluarga mereka sendiri. Pada saat yang sama, meningkatnya waktu yang dihabiskan secara online juga turut membawa tantangan lain, seperti meningkatnya kekerasan online (berbasis gender). Fenomena-fenomena ini pada akhirnya menyebabkan timbulnya masalah kesehatan mental yang lebih besar di kalangan anak remaja.

Oleh karena itu, di penghujung tahun 2021, Instagram melanjutkan kampanye #REALTALK di Indonesia dengan tema seputar hubungan dan cinta bersama lebih banyak kreator, komunitas, hingga aplikasi dan layanan kesehatan mental Riliv dan Ibunda.id untuk membantu mengarahkan anak remaja terhadap opsi bantuan profesional yang dapat mereka temukan secara online.

Sebagai bagian dari kampanye #REALTALK tersebut, anak remaja dapat mengakses berbagai informasi seputar layanan kesehatan mental melalui Reels Riliv, Ibunda.id, Ariel Tatum, Mima Shafa, serta mendengarkan percakapan FeliciaTissue dan Ibunda.id yang membahas seputar patah hati dan kegagalan hubungan di Instagram @FeliciaTissue. Selain itu, Instagram juga berkolaborasi dengan Rintik Sedu untuk memberikan pemahaman seputar kesehatan emosional bagi anak remaja melalui serial drama fiksi di podcast Spotify Rintik Sedu, berjudul “Blue”.

Instagram akan terus berkolaborasi bersama para ahli dan peneliti di bidang-bidang penting seperti perkembangan anak, kesehatan mental remaja dan keselamatan online, serta bergandengan tangan dengan para penegak hukum dan pembuat kebijakan untuk menciptakan dunia daring yang positif, mendukung dan aman bagi generasi-generasi masa depan.

Must Read

Hangatkan Momen Natal 2021, MAXstream Rilis ‘Kurindu Natal Keluarga: Santa Claus dari Jakarta?’

Rilispedia.com - Telkomsel melalui marketplace konten video on demand (VoD) MAXstream secara konsisten terus menghadirkan hiburan berkualitas terbaru yang dapat dinikmati oleh...

EVOS Divine Diperkuat oleh Kehadiran Abax dan Bion

Rilispedia.com - Usai menjuarai Free Fire Indonesia Master, EVOS Esports secara resmi menyambut hangat kedatangan 2 punggawa baru di roster free fire...

Bagaimana Pandemi Mempercepat Laju Transformasi Digital untuk Dunia Industri yang Hyperconnected

Rilispedia.com - Ketika dunia mulai mengkalibrasi ulang dirinya sendiri setelah pandemi, organisasi bisnis telah mengalami perubahan radikal. Krisis telah menawarkan wawasan baru...

Bawa Sensasi Smartphone Flagship, HUAWEI Nova 9 Dibanderol 7 Jutaan

Rilispedia.com - HUAWEI CBG Indonesia resmi mengumumkan kehadiran HUAWEI nova 9, smartphone sekelas flagship bagi generasi muda, yang dibanderol dengan harga Rp.7.599.000,-....

12 Destinasi Kece Badai Buat Dikunjungi di 2022, Pesan Tiket Pesawatnya di TTS 12.12 Sale!

Rilispedia.com - Rencanakan liburan yang aman dan nyaman di tahun 2022 bersama tiket.com, OTA (Online Travel Agent) dengan fokus customer-centric di Indonesia,...