Home Tek Keamanan Aplikasi Kencan di Tahun 2021

Keamanan Aplikasi Kencan di Tahun 2021

Rilispedia.com – Dari pendamping robot hingga bantuan AI dalam memilih pasangan yang tepat, teknologi telah memiliki peran penting pada perjalanan manusia dalam menemukan cinta, terutama setelah satu setengah tahun masa penguncian sosial yang membuat koneksi digital menjadi satu-satunya cara membangun relasi. Untuk memahami implikasi keamanan dari tren ini, peneliti Kaspersky melakukan studi mendalam terhadap sembilan aplikasi kencan populer untuk menilai seberapa aman aplikasi tersebut. Jika dibandingkan dengan penelitian mereka sebelumnya pada tahun 2017, aplikasi kencan saat ini menjadi lebih aman dari sudut pandang teknis, terutama dalam hal transfer data. Namun, aplikasi ini masih menimbulkan risiko yang signifikan dalam hal mengekspos terlalu banyak informasi pribadi tentang pengguna – sehingga membuat mereka rentan terhadap ancaman seperti cyberstalking dan doxing.

Menemukan pasangan dari pertemuan di sebuah pesta tampak semakin kuno dengan kencan online yang kini kian booming – setidaknya akibat pandemi. Tinder mencapai rekor 3 miliar swipe dalam satu hari pada Maret 2020, sementara OkCupid mengalami 700% peningkatan pada periode Maret hingga Mei di tahun yang sama. Di tengah popularitas yang meningkat ini, Kaspersky memutuskan untuk mereplikasi penelitiannya dari tahun 2017 ke dalam lanskap aplikasi kencan untuk melihat perkembangan dalam hal keamanannya.

Untuk penelitian terkait, Kaspersky menganalisis sembilan aplikasi kencan populer dan berperingkat tinggi dengan basis pengguna global: Tinder, Bumble, OkCupid, Mamba, Pure, Feeld, Her, Happn, dan Badoo. Apa yang mereka temukan adalah, jika dibandingkan dengan 2017, aplikasi kencan kini jauh lebih aman dari sudut pandang teknis, namun risiko privasi utama tetap ada.

Pada tahun 2017, empat aplikasi yang dipelajari memungkinkan untuk melakukan pencegatan data yang dikirim dari aplikasi, dan banyak yang menggunakan protokol HTTP tidak terenkripsi. Namun, pada tahun 2021, situasinya telah membaik secara signifikan. Tidak ada aplikasi yang diteliti menggunakan HTTP, maupun yang melakukan pengiriman data jika protokolnya tidak aman.

Namun, masalah privasi yang signifikan tetap ada dalam aplikasi kencan. Sebagian besar aplikasi kencan memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan akun mereka ke salah satu situs jejaring sosial mereka (Instagram, Facebook, Spotify, dll.). Jika pengguna memilih untuk melakukan ini, maka profil mereka secara otomatis diisi dengan informasi dari situs jejaring sosial tersebut, seperti foto dan informasi biodata. Pengguna juga diundang untuk berbagi informasi seperti tempat kerja atau universitas mereka. Semua data yang disebutkan di atas memudahkan untuk menemukan akun media sosial para pengguna aplikasi kencan.

Selain itu, aplikasi seperti Happn, Her, Bumble, dan Tinder mewajibkan pengguna untuk membagikan lokasi mereka. Beberapa aplikasi, seperti Mamba, juga membagikan rincian jarak paling terdekat match potensial dengan pengguna. Happn memiliki fungsi tambahan yang memungkinkan pengguna untuk melihat berapa kali dan di lokasi mana yang memungkinkan mereka bertemu dengan match potensialnya.

Akses menuju data seperti lokasi pengguna, tempat kerja, nama, informasi kontak, dll., membuat mereka rentan terhadap cyberstalking atau bahkan penguntitan fisik, serta doxing (di mana informasi yang sebelumnya bersifat pribadi dipublikasikan untuk merusak reputasi atau membahayakan korban). Terlebih lagi, Mamba menjadi satu-satunya aplikasi yang memungkinkan pengguna mengaburkan foto mereka secara gratis, dan Pure adalah satu-satunya yang melarang pengguna mengambil tangkapan layar obrolan. Ini memungkinkan pengguna untuk membagikan obrolan dan foto mereka tanpa izin mereka, berpotensi untuk tujuan pemerasan atau doxing.

Namun, banyak aplikasi telah menambahkan versi berbayar, dan ini mencakup pilihan tambahan yang dapat meningkatkan keamanan pengguna. Misalnya, dalam versi berbayar Tindr dan Bumble, Anda dapat secara manual memilih lokasi Anda ke wilayah tertentu. Karena dibandingkan dengan penggunaan jarak terdekat, pemilihan lokasi berdasarkan wilayah akan jauh lebih sulit untuk menggambarkan lokasi tepat pengguna. Dan beberapa versi aplikasi berbayar, seperti Happn, menawarkan “mode penyamaran” kepada pengguna, di mana pengguna dapat menyembunyikan profil mereka dari orang yang tidak dikenal dan para calon match.

“Membangun keseimbangan antara merangkul kehadiran digital dan menjaga privasi online akan selalu menjadi tantangan, dan peralihan menuju kencan online menciptakan area lain di mana pengguna harus menentukan cara terbaik bagi mereka untuk menjalin koneksi sekaligus melindungi keamanan. Untungnya, fakta yang kami lihat beberapa tahun terakhir menunjukkan aplikasi kencan bergerak ke arah yang lebih baik dan memungkinkan pengguna terhubung dengan lebih aman. Mereka terus berupaya untuk menjaga keamanan data, dan, dalam versi berbayar dari banyak aplikasi, pengguna dapat melakukan hal-hal seperti menentukan lokasi secara manual atau mengaburkan foto mereka. Mudah-mudahan di masa depan, opsi ini akan tersedia di semua aplikasi secara gratis. Hal terbaik yang dapat dilakukan pengguna untuk tetap aman adalah berhati-hati dengan data yang mereka bagikan seputar diri sendiri, baik di profil kencan maupun dalam percakapan,” komentar Tatyana Shishkova, pakar keamanan di Kaspersky.

Terkait masa depan aplikasi kencan, Kaspersky memiliki beberapa prediksi – dan harapan – terutama seputar keamanannya, seperti penggunaan AI dalam melindungi pengguna dari penipuan dan pembuatan akun terverifikasi. Anda dapat menemukan ini dan lebih banyak prediksi tentang masa depan hubungan percintaan, dan mengirimkan prediksi Anda sendiri melalui Earth 2050 project.

Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut tentang keamanan aplikasi kencan di Securelist.

Untuk tetap aman saat menggunakan aplikasi kencan, pakar Kaspersky merekomendasikan hal berikut:

  • Jangan terlalu banyak membagikan informasi pribadi (nama belakang, pekerjaan, foto dengan teman, pandangan politik, dll) di profil Anda
  • Jangan menghubungkan akun media sosial lain ke profil Anda
  • Pilih lokasi Anda secara manual, jika memungkinkan
  • Gunakan otentikasi dua faktor, jika memungkinkan
  • Hapus atau sembunyikan profil Anda jika tidak lagi menggunakan aplikasi
  • Gunakan messenger bawaan di aplikasi kencan. Pindahlah ke messenger lain hanya ketika Anda memercayai pasangan Anda. Jika Anda akhirnya memutuskan untuk melakukannya, atur obrolan dengan cara yang membuat informasi pribadi tetap aman.
  • Gunakan solusi keamanan tepercaya di perangkat Anda, seperti Kaspersky Security Cloud. Ini akan membantu mendeteksi aktivitas berbahaya atau mencurigakan di perangkat Anda, serta memeriksa keamanan URL yang dikunjungi.

Must Read

Cara Menggunakan Telegram Ad Platform untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis Anda

Rilispedia.com - Sebagai pemilik bisnis, Anda mungkin pernah menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dalam kinerja bisnis Anda selama pandemi Covid-19. Mulai dari...

Qlue Bersama Kemenparekraf Mendorong Pemulihan Industri Pariwisata Melalui Pemanfaatan Teknologi

Rilispedia.com - Qlue, penyedia ekosistem smart city terlengkap di Indonesia, siap berkontribusi dalam pemulihan industri pariwisata nasional. Sebagai salah satu sektor yang...

Manfaat Fitur Telegram untuk Kegiatan Belajar Mengajar

Rilispedia.com - Dengan semakin membaiknya situasi Covid-19 saat ini, metode belajar mengajar hybrid masih menjadi salah satu opsi belajar mengajar yang diterapkan...

PPKM Level 3 Diberlakukan, Berikut Aktivitas Seru Akhir Tahun di Rumah Saja

Rilispedia.com - Tak terasa beberapa minggu lagi kita sudah menyongsong tahun baru 2022. Namun dengan adanya pembatasan mobilitas dan aktivitas di ruang...

Xendit Bagikan Tips Menjaga Kerahasiaan dan Keamanan Data Konsumen

Rilispedia.com - Xendit, perusahaan teknologi finansial yang menyediakan solusi pembayaran digital untuk bisnis di Indonesia, telah melihat akselerasi adopsi platform digital, terutama...