Home Biz Kisah Sukses Insider Menginsiprasi Pemilik Startup Agar Tidak Gagal

Kisah Sukses Insider Menginsiprasi Pemilik Startup Agar Tidak Gagal

Rilispedia.com – Meski belakangan makin marak bermunculan perusahaan rintisan atau startup, namun tidak jarang dari mereka yang berakhir pada kegagalan. Riset yang dilakukan Thomas R. Eisenmann, professor dari Havard Business School menyatakan bisnis rintisan atau startup kebanyakan (90%) berujung pada kegagalan. Figur serupa juga ditunjukan CB Insight yang menganalisis 101 bisnis/startup, kebanyakan (90%) berujung pada kegagalan. Penyebabnya, banyak pelaku bisnis membuat produk yang salah atau dengan kata lain tidak ada kebutuhan pasar untuk produk yang diciptakan startup tersebut. Penyebab lain, tidak memiliki komposisi tim yang tepat, atau strategi harga yang tidak bisa bersaing.

Untuk menangkis stigma stigma buruk tersebut, perusahaan penyedia platform manajemen pertumbuhan (GMP) Insider membagi insight dari pengalaman perusahaan tumbuh menjadi salah satu startup yang bisa dibilang sukses. Pada acara Tech In Asia Conference 2019 hari ini, Selasa, 8 Oktober 2019 bertempat di Alpha Stage, Jakarta Convention Center, Aditya Sjahrandra Shareholder & Growth Consultant Insider mencontohkan keberhasilan Insider membangun bisnis GMP dari mulai berdiri 6 tahun lalu, hingga kini beroperasi di 23 negara. Di sesi tersebut, ia membagikan tiga topik utama: apa itu Insider dan platform manajemen pertumbuhan (GMP)? Bagaimana Insider memulai bisnisnya (visi, misi dan budaya)? Serta cerita dibalik pertumbuhan yang dialami Insider (timeline, tantangan dan stratagi kunci pertumbuhan).

Menurut Aditya, Insider hadir mengisi kesenjangan di pasar pemasaran digital khususnya di middle area. Ketika datang ke aplikasi yang membantu merek online mendapatkan pelanggan, penawaran yang ada terlalu mahal atau hanya mencakup aspek tertentu dari kebutuhan perusahaan. Misalnya, mengubah visitor users menjadi purchase user, tetapi tidak menarik pengunjung tersebut sejak awal. Insider menawarkan keseluruhan proses penjualan perusahaan, mulai dari menarik perhatian pelanggan hingga membujuk mereka untuk kembali. Lebih penting lagi, ini menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk melakukan segmentasi prediktif.

“Insider bermula pada 2012 lalu dari sebuah ruang kerja kecil di Istambul dan digarap oleh enam orang hingga saat ini memiliki lebih dari 450 orang dan dipercaya menjadi partner perusahaan besar seperti Telkomsel, Garuda Indonesia, Astra International, Tokopedia dan sebagainya. Kami mendapat pendanaan awal dari Sequoia dan mencatatkan pertumbuhan pendapatan rata-rata sebesar 200 persen per tahun. Yang saya pelajari, untuk bisa menjadi startup yang sukses, jangan lakukan 4 hal ini: tidak memberikan solusi apapun, terlalu fokus pada pertumbuhan ketimbang retensi, adopsi produk yang buruk serta manajemen yang buruk,“ kata Aditya.

Aditya menambahkan, ada enam strategi yang bisa diterapkan pemilik startup agar bisnisnya tidak gagal. Pertama, menciptakan kategori baru di pasar. Ambil contoh Elvis Presley yang menciptakan genre music baru rock n roll atau Muhammad Ali yang meciptakan pertunjukan tinju baru showman box. Contoh lain adalah Salesforce yang menciptakan kategori pasar CRM cloud atau Facebook yang menciptakan kategori sosial media face tag. Perusahaan-perusahaan tersebut menciptakan kategori baru di pasar yang sampai hari ini terus diikuti pengguna. Insider pun sama, menciptakan kategori baru di pasar point solution yang selama ini didominasi perusahaan besar seperti Oracle dan sebagainya, yang dinamai Growth Management Platform.

Strategi kedua, membangun relasi yang kuat dengan technology partner. Setiap perusahaan penyedia SaaS atau pun jasa B2C harus belajar dari kasus search engine Yahoo yang terlalu fokus membangun semuanya sendiir, mulai dari Yahoo Finance, Yahoo Weather, Yahoo News dan sebagainya. Akibatnya ia tergilas oleh Google dengan semua kemudahan navigasi dan relevansi konten yang ditawarkan Google yang mengarah pada retensi yang tinggi. Insiderpun berfokus pada membangun jaringan partner yang kuat di setiap negara.

Strategi ketiga, membangun moonshot tech team. Di Insider, perusahaan merangkul sebanyak-banyaknya partner untuk mendorong mereka memberi feedback dan turut menentukan peta jalan produk yang akan dihasilakn Insider ke depannya. Dengan mengumpulkan semua informasi dan rekomendasi dari mereka, Insider kemudian mendesain produk dan mendelivernya ke pasar dalam waktu yang relative singkat, sekitar 3 minggu saja dan membutuhkan 5 filter saja untuk menentukan produk yang tepat.

Strategi keempat, adaptas produk yang cepat. Di sinilah peran penting tim sales di perusahaan rintisan dan aturan pertama yang harus diikuti bagi tim sales, jadilah ahli sekaligus konsultan dari kandidat konsumen atau prospek perusahaan. Tanyakan apa problem yang mereka hadapi. Insider sendiri setiap bulannya melakukan kampanye berupa storytelling di setiap negara mereka beroperasi. Strategi kelima, eksplorasi efisiensi dari sisi harga yang bisa ditawarkan ke pengguna.

“Strategi terakhir, yang juga tidak kalah penting, adalah membangun talenta dan budaya. Di Insider, kami punya semacam budaya a player attract a player atau program referral. Ini adalah metode hiring terbaik bagi kami. Kami juga membangun budaya dimana kami tidak pernah merekrut specialist melainkan generalist yang berhati besar. Terdengar klise, namun kami membuktikannya bahwa mereka yang mau belajar, bekerja keras, membuat dampak positif bagi perusahaan maupun diri mereka sendiri membuat perusahaan ini maju. Sekaligus membuktikan bahwa stratup dengan produk yang breakthrough tidak harus lahir dari Sillicon Valley,” tambah Aditya.

Di akhir pemaparannya, Aditya juga menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh para pengunjung. Di antaranya, waktu terbaik untuk melakukan pivot atau fitur baru adalah sejenak setelah mendapatkan feedback yang sangat penting dari konsumen. Lalu juga terkait tim sales, Insider membagi tim sales mereka secara merata untuk fokus ketiiga kelompok customer mereka: rabbit (perusahaan kecil), deers (menegah) dan elephant (besar) . Sebisa mungkin, dari laporan pendapatan tiap kuartalnya, pemasukan pendapatan harus imbang dari ketiga kelompok customer ini dan tiap pekannya dilakukan meeting terkait sales funnel.

Must Read

Transaksi Keuangan Digital Indonesia Meningkat, Sektor Lokal Disarankan Untuk Meningkatkan Intelijen Ancaman

Rilispedia.com - Ketika proses transaksi uang digital tumbuh begitu cepat selama pandemi, perkembangan menjadi periode penting bagi sektor keuangan untuk mengintegrasikan keamanan...

Smartphone POCO Boyong Sejumlah Penghargaan

Rilispedia.com - POCO, brand teknologi populer di kalangan tech enthusiast muda dunia, telah mendobrak pasar smartphone dunia sejak debutnya di tahun 2018....

Pengalaman yang Berfokus pada Digital-First Makin Dianggap Penting Bagi Masa Depan Industri Kesehatan di Asia Tenggara

Rilispedia.com - Pengalaman dan layanan kepada pasien yang berfokus pada digital-first makin dianggap penting untuk mendukung masa depan industri kesehatan di Asia...

Dinamis dan Terus Berkembang, Simak 5 Startup Top Versi Linkedin yang Bisa Menjadi Incaran Pekerja

Rilispedia.com - Masih ingat dengan drama korea Start-Up yang tayang pada akhir tahun lalu? Tren bekerja di startup seakan kembali mengemuka dan...

HP Memperkenalkan Powerful Portofolio Gaming untuk Mendorong Gamer Indonesia ke Level Lebih Tinggi

Rilispedia.com - HP memperkenalkan hardware dan software gaming terbarunya yang dirancang untuk para gamer masa kini, yaitu OMEN by HP Laptop berlayar...