Home Tek Memburu Ilmu 5G Hingga ke Negeri Cina

Memburu Ilmu 5G Hingga ke Negeri Cina

Kisah 10 Mahasiswa Indonesia Peserta Program Seeds for the Future

Rilispedia.com – Hampir semua negara tengah bersiap menyambut era teknologi generasi ke-5. Salah satunya adalah Indonesia. Namun, saat ini, belum ada pusat riset atau pembelajaran yang memungkinkan talenta-talenta potensial Indonesia di bidang TIK untuk mempelajari teknologi 5G yang diyakini bakal membawa revolusi budaya baru.

Salah satu pengetahuan yang paling diincar oleh anak-anak muda Indonesia untuk dipelajari agar mereka turut menjadi kontributor di era 5G nanti adalah tentang konfigurasi jaringan 5G. Tingginya minat untuk belajar konfigurasi jaringan 5G ini diamini oleh Achmad Muammar Afinas, mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang tahun ini terpilih menjadi salah satu partisipan Seeds for the Future yang digelar oleh Huawei.

“Pelajaran tentang bagaimana melakukan konfigurasi jaringan telekomunikasi 5G sangatlah berharga. Meskipun di kampus kami mempelajari teknologi telekomunikasi, namun karena alat-alat yang telah dilengkapi teknologi 5G sangat mahal, kami belum bisa mempelajari dan mempraktikkan teknologi ini secara teknis. Beruntung sekali saya lolos terpilih dalam program Huawei Seeds for the Future, sehingga berkesempatan untuk mempelajarinya langsung dari salah satu pemimpin teknologi dunia,” ujar Afinas.

Ungkapan senada juga datang dari peserta Seeds for the Future lainnya, Wilson Rustiandy. Wilson, mahasiswa Institut Teknologi Bandung, menjelaskan bahwa pelajaran mengonfigurasi 5G sangat berguna bagi dirinya sebagai mahasiswa yang mempelajari ilmu-ilmu telekomunikasi. Pembekalan langsung tentang konfigurasi teknologi 5G dirasakannya sangat berguna untuk mempersiapkan dirinya dalam menyambut penerapan teknologi 5G di Indonesia yang kabarnya akan dilakukan pada 2023 nanti.

Wilson dan Afinas merupakan dua dari 10 mahasiswa Indonesia yang beruntung mendapatkan pendidikan langsung di Kampus dan Laboratirium Huawei yang berada di Shenzen. Di tempat tersebut, Afinas, Wilson dan kawan-kawan mendapatkan kesempatan istimewa belajar langsung tentang ilmu konfigurasi 5G dari pakarnya, mengenal teknologi-teknologi yang berhubungan dengan Internet of Things (IoT), serta ilmu-ilmu telekomunikasi lainnya. Mereka juga mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan untuk bekal memasuki dunia kerja selepas lulus kuliah nanti.

Memburu Ilmu 5G Hingga ke Negeri Cina Kisah 10 Mahasiswa Indonesia Peserta Program Seeds for the Future
Memburu Ilmu 5G Hingga ke Negeri Cina Kisah 10 Mahasiswa Indonesia Peserta Program Seeds for the Future

Melengkapi Kompetensi Global dengan Kearifan Lokal dan Jejaring Internasional

Huawei Seeds for the Future tahun ini memilih sepuluh mahasiswa unggulan dari delapan universitas di Indonesia. Kesepuluh mahasiswa tersebut adalah Samuel Christian Coe dan Wilson Rustiandy dan ITB, Christian Andrew Tantono dan Gusti Ngurah Satria Aryawan dari ITS, Espinal Adrinaldi dari Telkom University, Achmad Mu’ammar Afinas dari UGM, Mochamad Zairy Fajar Ibrahim dan Achmad Fathur Rizki dari Universitas Indonesia, serta Sachi Hongo dan Vega Savera Yuana dari Universitas Padjajaran.

Kesepuluh mahasiswa Indonesia berprestasi tersebut diberi fasilitas dan kesempatan oleh pemimpin teknologi dunia, Huawei, untuk mempelajari langsung teknologi-teknologi terkini di pusat pengembangannya, serta belajar pentingnya menjunjung tinggi budaya kearifan lokal dan membangun jejaring global di Beijing dan Senzhen, Cina.

“Kami sangat terkesan dengan ilmu-ilmu yang kami pelajari selama dua minggu mengikuti program Seeds for the Future dari Huawei. Kami juga terkesan dengan pelajaran mengenal budaya dan bahasa Mandarin, termasuk menulis kaligrafi Cina, serta pelajaran tentang pentingnya berjejaring dengan talenta-talenta dari negara lain yang ikut dalam program yang sama,” ujar Vega Savera Yuana, satu-satunya peserta perempuan yang berasal dari Universitas Padjajaran Bandung.

Hal tersebut, menurut Vega, menyadarkan mereka bahwa untuk menjadi SDM berkompetensi global di bidang TIK, mereka tidak cukup hanya mempelajari teknologi secara teknis, namun juga harus melengkapi diri dengan wawasan-wawasan lainnya. Pada kesempatan tersebut, Vega dan kawan-kawan berkenalan dengan mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari Nigeria dan Azerbaijan.

Program Seeds for the Future sendiri yang diikuti oleh Vega dan kawan-kawan telah digelar selama 7 tahun dan menjadi upaya Huawei dalam mendorong terlaksananya alih pengetahuan, serta meningkatkan pemahaman dan ketertarikan talenta muda Indonesia terhadap industri TIK. Hingga tahun ini, lebih dari 100 mahasiswa asal Indonesia telah berpartisipasi dalam program ini.

Must Read

Gojek dan Tokopedia Bentuk GoTo, Grup Teknologi Terbesar di Indonesia dan Ekosistem Andalan dalam Menjalani Keseharian

Rilispedia.com - Gojek, platform layanan on-demand dan pembayaran serta finansial terkemuka di Asia Tenggara, dan Tokopedia, perusahaan teknologi dengan marketplace terdepan di...

Sukses Bangun ALAMI, Anak Pesantren Dima Djani Kini Beli Bank

Rilispedia.com - Ungkapan "panggilan hati memang tidak bisa dibohongi" sangat dibenarkan oleh CEO ALAMI, Dima Djani. Meski sudah memiliki pencapaian yang terbilang...

vivo Siap Hadirkan Generasi Terbaru V-Series Lewat vivo V21 5G

Rilispedia.com - vivo secara resmi mengonfirmasi kehadiran seri terbaru dari varian V-Series, yaitu vivo V21 5G melalui video teaser yang ditayangkan pada...

Kaspersky Ungkap Peningkatan Pencurian Kata Sandi di Asia Tenggara

Rilispedia.com - Tanggal 6 Mei diperingati sebagai Hari Sandi Sedunia (World Password Day) namun sebaiknya setiap hari menjadi waktu yang baik untuk...

Tidak Selalu Mulus, Ini Roller Coaster Perjalanan Karir Seorang Content Creator

Rilispedia.com - Kata 'content creator' membuat kita berpikir tentang seseorang yang kreatif dan rajin membuat konten di media sosial, yang dapat menginspirasi...