Home Biz MENTERI BAMBANG: EFISIENSI REGULASI, INSTITUSI, DAN ALOKASI APBN JADI KUNCI PENDORONG...

MENTERI BAMBANG: EFISIENSI REGULASI, INSTITUSI, DAN ALOKASI APBN JADI KUNCI PENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

Rilispedia.com – “Reformasi regulasi dan kelembagaan tetap dilanjutkan dengan fokus pada pembentukan regulasi dan penataan organisasi pemerintah sesuai dengan kebutuhan dan target-target pembangunan. Berdasarkan hasil studi Growth Diagnostics yang kami lakukan, penghambat utama pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah regulasi dan institusi. Regulasi yang ada tidak mendukung penciptaan dan pengembangan bisnis, bahkan cenderung membatasi, khususnya pada regulasi yang terkait tenaga kerja, investasi, dan perdagangan. Selain itu, kualitas institusi rendah, karena korupsi yang masih tinggi dan birokrasi yang tidak efisien, serta masih lemahnya koordinasi antarkebijakan. Birokrasi juga harus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan bukan untuk menciptakan regulasi yang memutuskan semangat investasi,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam Forum Konsultasi Pusat dalam rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang diselenggarakan di Hotel Double Tree, Jakarta, Rabu (24/7).

Selain efisiensi regulasi dan institusi, Menteri Bambang juga menekankan pentingnya efisiensi alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan mengimplementasikan tiga strategi efisiensi penggunaan pendanaan. Pertama, memperkuat alokasi pendanaan pada program prioritas. Kedua, memperbesar kapasitas pendanaan dengan mendorong inovasi pendanaan, dan meningkatkan peran BUMN, KPBU dan masyarakat. Ketiga, memperkuat pengendalian program. “Sudah saatnya kita mengurangi duplikasi program dan kegiatan. Tidak semuanya harus punya progam dan kegiatan sendiri. Tidak semua pejabat Eselon I anggarannya harus tetap dan tidak turun. Bukannya gagal, tapi mungkin prioritas kita saat ini bukan di situ. Bagaimana kita bisa fokus ke program prioritas, kalo anggaran yang lain tidak turun,” ujar Menteri Bambang.

Dalam rancangan teknokratik RPJMN 2020-2024, terdapat tujuh agenda pembangunan. Pertama, memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas yang dititikberatkan pada peningkatan daya dukung dan kualitas sumber daya ekonomi berkelanjutan serta meningkatkan nilai tambah, lapangan kerja, ekspor, dan daya saing ekonomi. Kedua, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan yang dititikberatkan pada pemenuhan pelayanan dasar dan peningkatan ekonomi wilayah. Ketiga, meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing yang dititikberatkan pada pemenuhan layanan dasar seperti pemerataan layanan pendidikan berkualitas dan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta, memperkuat pelaksanaan perlindungan sosial, meningkatkan kualitas anak, perempuan, dan pemuda, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan produktivitas dan daya saing SDM, serta mengendalikan pertumbuhan penduduk. Keempat, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan dengan meningkatkan karakter dan budi pekerti yang baik, membangun etos kerja. Kelima, memperkuat infrastruktur dalam mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Keenam, membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim. Ketujuh, memperkuat stabilitas politik, hukum, pertahanan, dan keamanan serta transformasi pelayanan publik.

“RPJMN 2020-2024 menargetkan tingkat pertumbuhan ekonomi 5,4-6,0 persen per tahun, tingkat kemiskinan menurun menjadi 6,5-7 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) antara 4,0-4,6 persen, dan Gini ratio mencapai 0,370-0,374. Untuk mempertajam fokus dan pengendalian program, Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024 kita susun bersama dengan
Major Project 2020-2024 yang memuat proyek-proyek strategis dan terintegrasi dengan melibatkan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, dan masyarakat. Beberapa Major Project ini antara lain percepatan penurunan angka kematian ibu dan stunting, pembangunan Tol Sumatera dan Trans Papua, penyelesaian Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo, dan Wakatobi, pendidikan dan pelatihan vokasi untuk Industri 4.0, serta pengembangan wilayah Metropolitan seperti Palembang, Banjarmasin, Makassar, dan Denpasar,” tegas Menteri Bambang. Selain itu, Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024 juga telah mengarusutamakan Pembangunan Rendah Karbon (PRK), dan target dan indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) untuk mencapai pembangunan inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Must Read

Transaksi Keuangan Digital Indonesia Meningkat, Sektor Lokal Disarankan Untuk Meningkatkan Intelijen Ancaman

Rilispedia.com - Ketika proses transaksi uang digital tumbuh begitu cepat selama pandemi, perkembangan menjadi periode penting bagi sektor keuangan untuk mengintegrasikan keamanan...

Smartphone POCO Boyong Sejumlah Penghargaan

Rilispedia.com - POCO, brand teknologi populer di kalangan tech enthusiast muda dunia, telah mendobrak pasar smartphone dunia sejak debutnya di tahun 2018....

Pengalaman yang Berfokus pada Digital-First Makin Dianggap Penting Bagi Masa Depan Industri Kesehatan di Asia Tenggara

Rilispedia.com - Pengalaman dan layanan kepada pasien yang berfokus pada digital-first makin dianggap penting untuk mendukung masa depan industri kesehatan di Asia...

Dinamis dan Terus Berkembang, Simak 5 Startup Top Versi Linkedin yang Bisa Menjadi Incaran Pekerja

Rilispedia.com - Masih ingat dengan drama korea Start-Up yang tayang pada akhir tahun lalu? Tren bekerja di startup seakan kembali mengemuka dan...

HP Memperkenalkan Powerful Portofolio Gaming untuk Mendorong Gamer Indonesia ke Level Lebih Tinggi

Rilispedia.com - HP memperkenalkan hardware dan software gaming terbarunya yang dirancang untuk para gamer masa kini, yaitu OMEN by HP Laptop berlayar...