Home Fun Pesan dari Balik Layar Dimas Djay

Pesan dari Balik Layar Dimas Djay

Di tengah serangkaian mata acara Playfest 2019, sesi Talks dari Dimas Djayadiningrat atau yang akrab disapa Dimas Djay, menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu. Beberapa menit sebelum sesi dimulai, barisan pengunjung sudah memanjang di depan pintu. Tidak heran, melihat karya-karya Dimas selalu membuat kita tidak habis pikir. Dengan sentuhan ala Dimas, karya visual yang dihasilkan selalu berkesan di mata penonton. Oleh karena itu, penonton selalu penasaran dengan realita di baliknya.

Dalam sesi berjudul “The Reality of Creativity, Dimas mengungkap hal-hal menarik di balik semua karyanya. Dimulai dari proses belajar mandiri hingga teori ‘adapt, learn, improvise, reform, dan repeat’. Melalui proses panjang tersebut, ia mendapatkan kesadaran untuk terus berfokus pada manusia. Alih-alih ‘memuji’ mesin dan segala perkembangannya, konten-konten yang dibuat harus tetap ditujukan pada penonton, manusia. Namun, mementingkan audiens bukan berarti memiliki fantasi viral. “Resep viral itu nggak ada, jadi stop berpikir bagaimana cara untuk menjadi viral atau lucu.” tuturnya.

Mengesampingkan unsur viral, justru ide dan komunikasi lah yang menjadi kunci. Tentu di dalamnya terdapat unsur orisinalitas yang harus diperhatikan. “Milikilah gengsi yang besar untuk tidak meng-copy ide orang lain”, saran Dimas. Jika merasa sulit menemukan ide, maka dapat distimulasi dengan memperhatikan segala sesuatu secara detail. Bisa dari tren sosial, budaya, urban legend, bahkan hingga hal-hal kecil seperti jajanan sehari-hari.

Setelah ide itu ditemukan, maka langkah berikutnya adalah mengkomunikasikannya. Langkah ini memang tidak mudah, oleh sebab itu sebuah presentasi tidak boleh dipandang sepele. Selain itu, Dimas juga membocorkan senjata utamanya, yaitu selipan hook dan twist. Unsur-unsur tersebut seringkali dikesampingkan. Padahal, hook adalah kunci untuk menahan penonton untuk menyaksikan konten yang dibuat. Sedangkan twist merupakan sebuah pay off guna menutup konten dan memenangkan hati penonton.

Sebelum menutup sesinya, ia juga menyajikan contoh-contoh karya dilengkapi dengan berbagai punchline ala Dimas. “Kesalahan memang pahit, tapi itu adalah sebuah ilmu baru yang bisa dimanfaatkan untuk tidak salah lagi” tutur Dimas menutup sesi talks malam pertama Playfest 2019. Tidak hanya materi tersampaikan dengan baik, namun juga meninggalkan kesan yang menyenangkan.

Must Read

Transaksi Keuangan Digital Indonesia Meningkat, Sektor Lokal Disarankan Untuk Meningkatkan Intelijen Ancaman

Rilispedia.com - Ketika proses transaksi uang digital tumbuh begitu cepat selama pandemi, perkembangan menjadi periode penting bagi sektor keuangan untuk mengintegrasikan keamanan...

Smartphone POCO Boyong Sejumlah Penghargaan

Rilispedia.com - POCO, brand teknologi populer di kalangan tech enthusiast muda dunia, telah mendobrak pasar smartphone dunia sejak debutnya di tahun 2018....

Pengalaman yang Berfokus pada Digital-First Makin Dianggap Penting Bagi Masa Depan Industri Kesehatan di Asia Tenggara

Rilispedia.com - Pengalaman dan layanan kepada pasien yang berfokus pada digital-first makin dianggap penting untuk mendukung masa depan industri kesehatan di Asia...

Dinamis dan Terus Berkembang, Simak 5 Startup Top Versi Linkedin yang Bisa Menjadi Incaran Pekerja

Rilispedia.com - Masih ingat dengan drama korea Start-Up yang tayang pada akhir tahun lalu? Tren bekerja di startup seakan kembali mengemuka dan...

HP Memperkenalkan Powerful Portofolio Gaming untuk Mendorong Gamer Indonesia ke Level Lebih Tinggi

Rilispedia.com - HP memperkenalkan hardware dan software gaming terbarunya yang dirancang untuk para gamer masa kini, yaitu OMEN by HP Laptop berlayar...