Home Tek Riset Terbaru dari Dell Technologies Memprediksi Cara Teknologi Mentransformasi Hidup Manusia di...

Riset Terbaru dari Dell Technologies Memprediksi Cara Teknologi Mentransformasi Hidup Manusia di Tahun 2030

  • Kita akan berinteraksi lebih mendalam dan imersif dengan mesin, didorong oleh semakin banyak pihak yang mererapkan teknologi-teknologi baru seperti 5G, AI, Extended Realtiy (XR) dan IoT
  • Hidup kita akan berubah secara signifikan dengan berbagai perubahan berbasis teknologi, seperti kota-kota cerdas (sentient cities), mobilitas yang selalu terhubung dan robot menjadi hal umum
  • 1.100 pemimpin bisnis di Asia Pasifik & Jepang, termasuk Indonesia, ikut berpartisipasi dalam survei Future of Connected Living ini, bahwa; 80% (78% di Indonesia) berharap mereka akan mengubah cara mereka mengelola waktu dengan otomatisasi; 63% (69% di Indonesia) menyambut penggunaan VR dan AR dalam kehidupan sehari-hari
  • Organisasi dan institusi pemerintah harus bertindak sekarang untuk mengatasi berbagai tantangan dan mempersiapkan diri untuk masa depan digital

Rilispedia.comDell Technologies (NYSE:DELL) merilis Future of Connected Living – sebuah riset yang membahas tentang bagaimana teknologi-teknologi baru akan mengubah cara hidup manusia menjelang tahun 2030. Riset ini, dilaksanakan bersama dengan Institute for the Future (IFTF) dan Vanson Bourne, mewawancarai 1.100 pemimpin bisnis di 10 negara Asia Pasifik & Jepang (APJ), termasuk Indonesia. Hasil riset ini memaparkan masa depan yang penuh dengan peluang karena kemajuan teknologi berpotensi untuk mengubah kehidupan manusia di seluruh dunia.

Teknologi mendorong perubahan besar

IFTF dan sebuah forum yang beranggotakan para ahli dari seluruh dunia memprediiksi bahwa teknologi-teknologi seperti edge computing, 5G, Kecerdasan Buatan (AI), Extended Reality (XR), dan IoT akan bersama-sama menciptakan lima “perubahan” besar dalam satu dekade ke depan. Perubahan-perubahan tersebut akan mengubah kehidupan manusia di seluruh dunia.

IFTF memprediksi perubahan-perubahan di bawah ini akan terjadi di kurun waktu sekarang dan tahun 2030:

  1. Networked Reality: 10 tahun ke depan, cyberspace akan menjadi lapis berikutnya dari realita yang ada sekarang, seiring dengan perkembangan lingkungan digital kita yang tidak lagi hanya menggunakan televisi, ponsel pintar, dan perangkat layar lainnya.
  2. Connected Mobility dan Networked Matter: Kendaraan masa depan pada dasarnya adalah komputer bergerak. Manusia akan memberikan kepercayaan kepada kendaraan ini untuk membawa kita ke tujuan yang kita inginkan secara fisik, sementara kita berinteraksi di ruang virtual yang tersedia dimana pun kita berada.
  3. Dari Kota Digital menjadi Sentient Cities: Kota-kota di masa depan akan berjalan melalui jaringan infrastruktur yang saling terhubung di kota tersebut, seperti perangkat-perangkat cerdas, sistem laporan mandiri dan analisa-analisa berbasis AI.
  4. Agen dan Algoritma: Setiap orang akan didukung oleh “sistem operasi untuk kehidupan” yang sangat personal yang bisa mengantisipasi kebutuhan kita dan secara proaktif membantu aktivitas sehari-hari sehingga kita bisa memiliki lebih banyak waktu luang.
  5. Robot dengan Kehidupan Sosial: Robot akan menjadi mitra dalam kehidupan kita – mengasah keterampilan dan memperluas kemampuan kita. Robot-robot tersebut akan saling berbagi pengetahuan terbaru di jaringan sosial robot mereka untuk urun daya atau crowdsource inovasi dan mempercepat kemajuan, secara real time.

Amit Midha, President, Asia Pacific & Japan and Global Digital Cities, Dell Technologies, adalah salah satu pakar yang berpartisipasi aktif dalam riset ini, dan menurutnya, “Koneksi dan hubungan kita dengan teknologi akan sangat berbeda di tahun 2030 dan kami percaya bahwa keberhasilan hubungan antara manusia dan mesin adalah hubungan yang saling menguntungkan serta memanfaatkan keunggulan masing-masing untuk saling melengkapi.”

Lebih jauh ia menambahkan: “70% pemimpin bisnis di Asia Pasifik dan Jepang yang diwawancarai menyambut baik kemitraan manusia dengan mesin dan robot untuk membantu mengatasi keterbatasan manusia. Kita bisa memanfaatkan teknologi untuk menciptakan cara hidup yang baru, mengoptimalkan produktivitas, dan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari secara lebih efektif, sekaligus membuat kota-kota kita menjadi lebih berkelanjutan (sustainable), efisien dan layak ditinggali.”

Sehubungan dengan semakin berkembangnya penggunaan teknologi baru di Indonesia, Richard Jeremiah, General Manager, Indonesia, Dell Technologies, mengatakan: “Teknologi-teknologi baru akan mengubah hidup kita dengan cara yang belum pernah kita alami sebelumnya. Seiring visi pemerintah Indonesia, yaitu Making Indonesia 4.0, dibutuhkan investasi signifikan untuk mengatasi berbagai isu-isu yangmuncul dan akan berdampak pada ekonomi digital, termasuk aturan tentang kecerdasan buatan, pembayaran mobile, dan membuat identitas digital. Kita harus terus berdiskusi dan mengeksplorasi cara merealisasikan masa depan tersebut dengan kemitraan yang imersif antara manusia dan mesin.”

Mengantisipasi Perubahan

Berbagai bisnis di APJ telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai perubahan tersebut. Di bawah ini adalah pendapat dari pemimpin bisnis yang dirangkum dari hasil survei:

  • 80% (78% di Indonesia) berharap mereka akan merestrukturisasi cara mereka mengelola waktu dengan lebih banyak mengandalkan otomatisasi dalam melakukan pekerjaan
  • 49% pemimpin bisnis (50% di Indonesia) akan menyambut mesin-mesin yang dapat berfungsi secara mandiri
  • Lebih dari setengah bisnis-bisnis yang ada di APJ dan Indonesia yang disurvei mengindikasikan bahwa mereka mengantisipasi Networked Reality akan menjadi hal yang umum
    • 63% (69% di Indonesia) mengatakan mereka menyambut penggunaan VR dan AR dalam aktivitas sehari-hari
    • 62% (66% di Indonesia) menyatakan bahwa mereka bisa menerima teknologi ditanamkan ke tubuh manusia sehingga mereka bisa mengontrol komputer dengan pikiran mereka (brain computer interface)

Mengatasi Tantangan

Survei ini mendapati bahwa perubahan-perubahan besar berbasis teknologi ini mungkin akan menjadi tantangan bagi mereka ataupun organisasi yang masih berusaha untuk berubah. Organisasi-organisasi yang ingin memanfaatkan kemampuan dari teknologi-teknologi baru perlu mengambil langkah-langkah yang bisa mengumpulkan, memproses dan membagikan data secara efektif untuk bisa tetap mengikuti laju inovasi yang sangat cepat.

Selain itu, kekhawatiran terhadap ketepatan algoritma yang nantinya akan menjadi faktor penentu, mulai dari bagaimana cara perusahaan merekrut pegawai hingga siapa yang layak untuk menerima pinjaman, juga harus ditangani, serta kekhawatiran publik yang terus berkembang tentang privasi data. Pemerintah perlu belajar untuk bekerjasama dalam membagikan dan menerapkan data mereka jika ingin melihat perubahan kota-kota dari digital menjadi sentient.

Para pemimpin bisnis di APJ sudah mengantisipasi beberapa tantangan dan kekhawatiran tentang robot dengan kehidupan sosial:

  • 78% yang disurvei (86% di Indonesia) berharap di tahun 2030 mereka akan mempunyai kesadaran yang lebih baik tentang privasi mereka dibandingkan saat ini
  • 74% dari pemimpin bisnis yang disurvei (78% di Indonesia) mengatakan bahwa mereka melihat privasi data adalah tantangan skala sosial teratas yang harus diselesaikan
  • 49% yang disurvei (50% di Indonesia) akan menyambut mesin yang bisa berfungsi secara mandiri

Berbagai kekhawatiran dan tantangan lainnya yang terangkum dalam survei ini meliputi penggunaan AI, dengan 49% (43% di Indonesia) menginginkan regulasi dan kejelasan tentang penggunaan AI, serta isu mengatasi dampak disrupsi digital, dengan 84% (84% di Indonesia) menyatakan bahwa transformasi digital di organisasi mereka seharusnya lebih merata.

Untuk melakukan riset ini, IFTF menggunakan studi yang telah mereka kembangkan selama puluhan tahun lamanya tentang masa depan pekerjaan dan teknologi, riset terbaru dari Dell Technologies, dan pendapat para pakar dari seluruh dunia. The Future of Connected Living adalah bagian ketiga dan terakhir dari seri tiga bagian penelitian yang termasuk The Future of the Economy dan The Future of Work, dimana kedua hasil studi tersebut telah dipublikasikan sebelumnya di tahun 2019.

Must Read

Menkominfo Menyatakan Pemulihan Gangguan Layanan Telekomunikasi di Jayapura Berlangsung Bertahap

Rilispedia.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pemulihan gangguan layanan telekomunikasi di Jayapura berlangsung bertahap. Menkominfo menjelaskan gangguan layanan...

Prosesor AMD EPYC Tenagai Sistem Baru Untuk National Supercomputing Centre Singapore

Rilispedia.com - AMD mengumumkan bahwa prosesor AMD EPYC 7003 Series akan digunakan untuk mentenagai supercomputer terbaru untuk National Supercomputing Centre (NSCC) Singapura,...

Menkominfo Sebut Peringatan Dua Hari Besar Keagamaan Jadi Momentum Bersejarah dan Anugerah Persaudaraan

Rilispedia.com - Tanggal 13 Mei 2021 diperingati sebagai hari besar dua umat beragama di Indonesia. Pertama, hari raya Idulfitri 1442 H bagi...

Garmin Bagikan Manfaat Fitur Pemantauan Kualitas Tidur Advanced Sleep Monitoring dan Sleep Tracking Widget

Rilispedia.com - Bukan rahasia umum bila tidur adalah aktivitas penting bagi kesehatan kita. Bahkan, tidur menjadi kebutuhan primer, di mana kita mendedikasikan...

Jadikan Momen Kebersamaan Idul Fitri Lebih Bermakna dengan #SilaturahmiTanpaHenti

Rilispedia.com - Selain momen kemenangan bagi umat Islam, lebaran biasa dijadikan momen berkumpul dan silaturahmi bersama keluarga. Sayangnya, lebaran tahun ini masih...