Home Fun Silent Talk: Berbagi Ilmu Mendalam ala Playfest 2019

Silent Talk: Berbagi Ilmu Mendalam ala Playfest 2019

Rilispedia.com“Ide tidak akan bisa sustainable kalau itu tidak berbicara ke diri kita sendiri”, tutur Teguh Wicaksono, membuka mata acara silent talk pada Playfest 2019. Sesi ini menyajikan pengalaman baru bagi para pengunjung. Tidak sekadar mendengarkan pemaparan materi dari para kreator, pengunjung diberikan “kedekatan” melalui perantara headphones. Sesi ini diisi oleh beberapa kreator konten dengan latar belakang yang beragam, seperti Teguh Wicaksono dan Adryanto Pratono dalam industri musik, Ario Pratomo dan Fellexandro Ruby sebagai salah satu inisiator produksi podcast di Indonesia, fotografer Bill Satya dan Nicoline Patricia Malina, Adam alfares dan Rhaka Ghanisatria pendiri Menjadi Manusia dari bidang social enterprise, serta Boni Pudjianto mewakili Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Walaupun dalam waktu yang cukup singkat, setiap kreator berusaha membagikan pikiran serta kisahnya melalui audio yang akan tersambung langsung dengan setiap headphone pengunjung.

Menurut salah satu pengunjung, Tyo (32), pengalaman  ini merupakan pengalaman pertama yang berkesan. Dengan adanya koneksi headphone, pengalaman yang dibangun menjadi lebih dekat, intim, dan mendetail. Hal yang serupa juga disampaikan oleh Eka (26). Sebagai penyuka konten audio, maka format ini memudahkan pengunjung untuk fokus pada konten yang disampaikan. Format ini dapat menjadi cara yang efektif dalam transfer pengetahuan dan pengalaman dalam kondisi ramai.

Selain format yang menarik, Hasya (27) juga memutuskan untuk hadir dan mendengarkan berkat deretan pembicara yang menggugah. Melalui berbagai bidang, setiap pembicara menyampaikan “resep-resep rahasia” masing-masing. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan bagi adalah pentingnya poin “what” dan “why”. Tidak hanya bisa diterapkan dalam dunia podcast, seperti yang diungkapkan oleh Fellexandro Ruby, namun pada setiap konten yang disusun. Di akhir sesi, pengunjung diingatkan untuk menekankan konten dari segi dampak. Rhaka Ghanisatria selalu mengawali dengan pertanyaan, “dampak apa yang bisa diberikan bagi orang banyak?”, karena konten selalu memiliki kekuatan yang kuat, bahkan jauh dari yang kita sangka.

Must Read

Cara Menggunakan Telegram Ad Platform untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis Anda

Rilispedia.com - Sebagai pemilik bisnis, Anda mungkin pernah menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dalam kinerja bisnis Anda selama pandemi Covid-19. Mulai dari...

Qlue Bersama Kemenparekraf Mendorong Pemulihan Industri Pariwisata Melalui Pemanfaatan Teknologi

Rilispedia.com - Qlue, penyedia ekosistem smart city terlengkap di Indonesia, siap berkontribusi dalam pemulihan industri pariwisata nasional. Sebagai salah satu sektor yang...

Manfaat Fitur Telegram untuk Kegiatan Belajar Mengajar

Rilispedia.com - Dengan semakin membaiknya situasi Covid-19 saat ini, metode belajar mengajar hybrid masih menjadi salah satu opsi belajar mengajar yang diterapkan...

PPKM Level 3 Diberlakukan, Berikut Aktivitas Seru Akhir Tahun di Rumah Saja

Rilispedia.com - Tak terasa beberapa minggu lagi kita sudah menyongsong tahun baru 2022. Namun dengan adanya pembatasan mobilitas dan aktivitas di ruang...

Xendit Bagikan Tips Menjaga Kerahasiaan dan Keamanan Data Konsumen

Rilispedia.com - Xendit, perusahaan teknologi finansial yang menyediakan solusi pembayaran digital untuk bisnis di Indonesia, telah melihat akselerasi adopsi platform digital, terutama...